Bila perlu
Anggap
saja dirimu sedang tertimpa ujian
Terdeteksi
penyakit dalam stadium akhir
Yang
sebentar lagi kan mengakhiri hidup
Fathanah,
sahabatku...
Yang
selama ini rela menjadi tempat
Ku ukir
isi hati tuk mendekat padaNya
Yah,
penyakit yang telah menggrogoti seluruh tubuhku
Melanglang
buana ingin mencabik bugarnya setiap gerak
Karena tak
tahan lagi melihat tingkah
Yang telah
mulai menjauh dari sang pemilik tubuh
Agar kau senantiasa kembali
Melangkah
bersimpuh di hadapanNya
Bersujud
merayu merintih pada yang Maha Pemberi
Agar kau
tahu...
Setiap
nafasmu akan ditanya...
Maka apa
yang menghalangimu taubat padaNya
Agar
ringan hatimu dalam beribadah
Karena kau
yakin hidup di dunia tak lama lagi
Masihkah
kau ingin berleha-leha
Padahal
semua telah mendahuluimu tuk meraih ridhaNya
Sejenak
renungkan
Di
sisa-sisa waktu itu
Pada
episode menjemput hari akhir
Apa agenda
yang ingin dicapai
Dalam
mengejar target-target bekal akhirat
Pulang ke
kampung akhirat yang abadi
Padahal
episode itu sama sekali rahasia
Berapa
selang waktunya
Tuk
selesaikan impian-impian indah
Mengukir
nama baik disana
Dalam buku
catatan amal
Dunia
Sungguh
hanyalah tempat beramal
Akhirat
Bukanlah
tempat kembali beramal
Akan
tetapi tempat menuai hasil setiap ruas amal
Tiap jerih
Tiap
keringat
Tiap perih
Tiap sakit
Tiap
kekecewaan
Tiap
keletihan
Tiap
apapun yang telah keluar
Tuk
menjadi hamba yang shalih di sisiNya
Anggap
saja itu...
Stadium
akhir di ambang hidup kan tiba
Karena
sebaik-baik nasihat adalah mengingat kematian
Ingat...
Sebentar lagi akan berakhir nyawa ini.

0 komentar:
Posting Komentar