Apa yang kita
risaukan?
Semuanya juga akan
mati
Semua jua kan
kembali menghadap Rabb
Pemilik tubuh
manusia yang sakit dan tubuh yang sehat
Pengatur, Pemberi,
dan yang Maha Menghendaki
Apa daya kita?
Apa kekuatan yang
mumpuni
Sementara kekuatan
datangnya dari Dzat yang Maha Kuat
Kala jasad itu kan
diminta kembali
Apa hak menahan
lengkap murka pdNya
Atas jiwa pinjaman
dariNya
Semua yang berjiwa
kan mati kawan!
Maka apa yang
telah kita persiapkan
Membawa bekal yang
selama ini kita kumpulkan
Dari sekolah,
kampus, bimbingan, kantor
Hingga dengungan ayat suci dibilik kamar
Dan sujud berderai
air mata takut padaNya
Di akhir-akhir
malam kita
Persiapkan!
Bekal mana yang
kan enak rasanya di akhir
Bukan bekal yang
buruk nan tak berguna tuk dilahap
Berapa bekal yang telah kita pungut dari
peluang-peluang
Setiap Allah
hadiahkan hari yang spesial untuk kita
Yang telah
dihentikan hadiahnya
Kepada yang di
sudut sana melalui berita kematian
Wahai jiwa-jiwa
yang tenang,
Kembalilah kepada
Rabbmu yang menciptakan
Sekali lagi untuk
yang telah mempersiapkan bekal baik
Tuk pulang...
Tak ada bedanya
kawan!
Sakit, sehat,
semua kan mati
Hanya waktu yang
membedakan skenario hidup kita
Semua telah diatur
olehNya
Serta bagaimana
kita menyambutnya kawan!
Takut mati karena
sedikitnya bekal perjalanan
sehingga tak lagi
bisa beramal
Takut mati karena
beratnya mempertanggungjawabkan semua
Dalam pengadilan
yang seadil-adilnya
Takut mati karena
beratnya meninggalkan
kemewahan dan
kenikmatan dunia
Takut mati karena
panjang angan-angan terhadap dunia
Dimana cerita kita
menyambutnya?
Buatlah...
Apa yang kita
khawatirkan
Mereka juga akan
mati
Mereka akan
menyusul kita
Atau kita yang
menyusul mereka
Hanya Pencipta
kita yang Mengetahuinya
Apa yang kita
tangisi
Luapkan air mata
mengalir deras karena takut padaNya
Itu yang kan
menyelamatkan indahnya kedua bola mata
Dari hal
menghabiskan sisa-sisa air mata ke peraduan sia-sia
Sekalipun menahan
perihnya sakit kawan..
Menangislah karena
takutkan Allah
kini sebelum
terlambat...


0 komentar:
Posting Komentar