Membedah Magic Square
http://mathmagics.wordpress.com
Sejarah Sangat Singkat Magic Square:
Magic Square sudah dikenal oleh matematikawan Cina sejak 650
Sebelum Masehi. Ada kemungkinan sudah dikenal oleh matematikawan Arab
sejak abad ke-7.
Menurut literatur Cina, terdapat legenda bahwa dahulu kala terdapat
bencana banjir. Raja besar Yu (禹) berusaha untuk menyalurkan air ke
laut. Pada saat itu, terlihat kura-kura dengan pola aneh pada
tempurung. Ini yang menjadi landasan untuk membuat suatu persegi 3×3 di
mana setaip baris, kolom dan diagonalnya sama. Pola ini, dengan cara
tertentu, juga digunakan oleh orang-orang dalam mengendalikan sungai.
Selanjutnya, magic square terus dipelajari dan dikembangkan di berbagai tempat.
Selengkapnya, silakan baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Magic_square.Selanjutnya, magic square terus dipelajari dan dikembangkan di berbagai tempat.
Didefinsikan:
Magic Square (persegi ajaib) adalah persegi dengan petak-petak
Mengonstruksi Magic Square:
Mengkontruksi magic square dapat dilakukan
dengan komputer. Ada pula yang dilakukan secara matematis (perhitungan)
manual menggunakan konsep modulo.
Di post ini, kita tidak akan menggunakan perhitungan matematis, tapi
menggunakan metode-metode yang lebih mudah dipahami dan *klasik*,
yaitu Siamese, Conway’s LUX, dan Doubly Even (Lozenge) Method.Semua metode itu akan dibahas di bawah…
1. Siamese Method / de la Loubère Method
Metode ini cara paling klasik dan gampangan dalam mengonstruksi Magic Square berukuran nxn dengan n ganjil. Berikut ilustrasinya:
Langkah-langkah:
1. Tulis angla 1 pada petak tengah di baris paling atas
2. Letakan angka selanjutnya di kanan atas (arah jam 2 alah sok keren gw)
dengan catatan: Jika posisinya sudah berada di paling atas, maka
pindah ke paling bawah. Jika posisinya sudah berada di paling kanan,
maka pindah ke paling kiri. Kalau sudah ada petak yang terisi, pindah ke
petak di bawahnya.
2. Pyramid Method
Metode ini agak mirip dengan Siamese Methode. Lihat ilustrasi berikut:
Konstruksi persegi 5×5 dengan pyramid Method
3. Doubly Even/ Lozenge Method
Metode ini hanya berlaku persegi yang dapat dibagi 4, misalnya 4×4, 8×8 atau 12×12.
Caranya cukup mudah, yaitu hanya menuliskan angka secara berutuan, kemudian beberapa petak direfleksikan terhadap titik pusat.
Sebagai contoh persegi 4×4 dibentuk sbb:
Sebagai contoh persegi 4×4 dibentuk sbb:
| Tuliskan 1 hingga 16 | |
| Buat tanda silang seperti yang terlihat pada gambar di samping, kemudian refleksikan setiap petak tersebut. Perhatikan bagaimana 1, 4, 6, 7, 10, 11, 13, dan 16 bisa berpindah. |
Persegi 8×8 dibentuk sbb:
4. Conway LUX Method
Metode ini hanya berlaku bagi persegi (4m+2) misalnya 6, 10, 14, dan seterusnya.
Metode ini menggunakan prinsip Siamese Method yang dimodifikasi.. Mengapa dinamakan LUX. Perhatikan sekumpulan array berikut.
Metode ini menggunakan prinsip Siamese Method yang dimodifikasi.. Mengapa dinamakan LUX. Perhatikan sekumpulan array berikut.
Perhatikan urutannya. Ternyata urutan menulisnya mirip seperti
kita menulis huruf L, U, dan X. Jika sudah paham konsep LUX ini,
langsung saja kita ke langkah-langkah algoritma LUX method.
Langkah-langkahnya:| 1. | Bagilah persegi menjadi sekumpulan petak 2×2. |
| 2. | Dari petak-petak itu, berikan tanda sbb: (m+1) baris pertama adalah L. 1 baris berikutnya adalah U. (m-1) baris terakhir adalah X. Kemudian, tukarlah petak U di tengah dengan L di atasnya. |
| 3. | Kerjakan dengan Siamese Method yang general. Angka 1 dimulai dari petak teratas. |
Kalau dilihat dari bahasanya, mungkin pada bingung. Oleh karenanya, langsung saja kita ke contoh:
Misalkan kita akan membentuk Magic Square 10x 10 jadi m=2
1. Bagilah 10×10 menjadi sekumpulan petak 2×2.
m+1 baris pertama adalah L.
1 baris berikutnya adalah U
m-1 baris berikutnya adalah X.
Tukar U yang di tengah dengan petak di atasnya.
Proses ini menghasilkan sbb:
1 baris berikutnya adalah U
m-1 baris berikutnya adalah X.
Tukar U yang di tengah dengan petak di atasnya.
Proses ini menghasilkan sbb:


0 komentar:
Posting Komentar