Minggu, 23 September 2012

KANDA



Kukenang kisah kita kanda
Berkumpul, bercengkrama dengan tulus kasih sayang
Kita kesana dan kemari
Bersua dalam taman yang diberkahi

Manisnya saat-saat itu
Ku beradu suka duka pada kanda-kanda
Iyah, kanda-lah yang kukenal saat itu
Dimana kanda-kandaku yang sesungguhnya ada jarak yang memisahkan
Kalianlah yang menjadi sosok kanda dalam pribadi hidupku
Disaat mereka berasyik masyuk dengan jua kehidupannya

Dan disinilah kumengenal hakikat kehidupan
Dari luar jendela baru kusadar akan sejatinya fokus dgn tujuan penciptaan...
Bukan di dalam sebagaimana orang di luar sana.

Kanda-kanda yang kucintai karena Allah
Cinta yang kulebihkan dari atas saudara pertalian rahim
Kini ku merindumu
Begitu juakah hatimu?

Kupinta pada Rabb
Mendekatkan hati kita dalam cahya iman
Dan berkumpul denganmu tak hanya di dunia ini
Tetapi jua di akhirat hidup abadi dalam janji yang penuh kenikmatan
Tentunya Surga Allah Ta'ala
Ku ingin kita berjanji bertemu disana.....

Trima kasih yang telah mewarnaiku dari luar jendela
Di luar merasakan hidup yang sesungguhnya kala itu.
Semoga Allah membalas dengan balasan yang sebaik-baiknya...
>>> Continue Reading Here

Saking Indahnya & Saking Pedihnya


Pada hari kiamat nanti akan didatangkan orang yang hidupnya paling SENGSARA di dunia dari salah seorang penghuni surga.
Kemudian, dia dicelupkan ke dalam surga sekali celupan, lalu ditanya:
"Wahai, anak Adam, apakah kamu pernah hidup SENGSARA walau hanya sebentar?
Apakah kamu pernah mengalami kesulitan walaupun hanya sedikit?"
Orang itu menjawab:
"Tidak, demi Allah, wahai Rabbku."
(HR.Muslim)

Karena begitu indah dan nikmatnya SURGA,
orang itu pun lupa terhadap semua penDERITAan yang pernah dideritanya di dunia.


Berkebalikan,

Pada hari kiamat nanti akan didatangkan orang yang paling banyak bergelimang keBAHAGIA-an kenikmatan dunia dari salah seorang penghuni neraka.
Lalu dia dicelupkan ke dalam Neraka sekali celupan, kemudian ditanya:
"Wahai, anak Adam, apakah kamu pernah hidup BAHAGIA walau hanya sebentar?
Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan hidup walau hanya sedikit?"
Orang itu menjawab:
"Tidak, demi Allah, wahai Rabbku."
(HR.Muslim)

Karena begitu dahsyatnya dan pedihnya NERAKA,
orang itu pun lupa terhadap semua keNIKMATan yang pernah dinikmatinya di dunia.

>>> Continue Reading Here

Sabtu, 22 September 2012

Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, Penuh Toleransi & Teman Menyenangkan


Muhammad Shalllallahu ‘alaihi Wasallam adalah seorang yang penuh toleransi
Oleh: Syeck Faragh Hady

Propaganda-propaganda yang bias dan tuduhan-tuduhan yang batil yang menjatuhkan dan menggambarkan bahwasanya Muhammad Shalllallahu ‘alaihi Wasallam adalah seorang pemimpin yang menolak toleransi dan musyawarah atau diskusi, hal ini membuat jelek pribadi Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi Wasallam justru sebaliknya Muhammad Shalllallahu ‘alaihi Wasallam adalah seorang yang mengajak kepada toleransi atau sikap ramah tamah dalam segala aspek kehidupan.

Keseharian kehidupan beliau di penuhi dengan sikap toleransi dan ramah, di antaranya ketika beberapa orang yahudi mendo’akan beliau dengan  kematian dengan menyamarkannya seolah-olah mereka mengucapkan salam kepada beliau Shalllallahu ‘alaihi Wasallam , namun yang mereka katakan ialah lafadz (السام عليكم) yang berarti kematian untukmu sebagai  pengganti dari lafadz (  السلام عليكم) yang berarti keselamatan untuk anda, Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi Wasallam paham dengan kalimat yang di ucapkan mereka, akan tetapi sifat keramahan beliau sangat menakjubkan !!!

Bayangkan jika anda berada dalam posisi seperti ini, apa yang akan anda perbuat? Kemudian saya akan mengatakan sikap Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi Wasallam mengenai hal tersebut, bayangkan diri anda adalah seorang penguasa yang di patuhi dan seorang pemimpin, kemudian seseorang mendo’akan kematian buat anda dan anda mendengarnya dengan langsung dan yang lebih cerdik dari hal tersebut dia ingin menipu anda.

Sikap anda pada posisi seperti ini mungkin masih bisa toleran dengan do’a mereka, namun anda tidak rela di tipu dan tertimpa suatu bencana  untuk diri anda.

Sekarang wahai pembaca yang budiman ! saya akan memberitahukan tentang sikap Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi Wasallam terhadap keadaan yang memancing kemarahan tersebut, agar anda bisa menilainya sendiri.

Di suatu hari Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi Wasallam duduk bersama dengan isterinya Aisyah Radhiyallahu Anha Kemudian beberapa orang dari Yahudi lewat dan seolah-seolah mereka mengucapkan salam kepada beliau, padahal sebenarnya mereka bermaksud untuk mencaci beliau, akan tetapi Aisyah Radhiyallahu Anha Paham dengan perkataan mereka yang sebenarnya, maka spontan Aisyah Radhiyallahu Anha Pada waktu itu Membalas cacian mereka.

Pertanyaannya, apakah Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi Wasallam senang dengan tindakan tersebut? Apakah beliau senang karena Aisyah Radhiyallahu Anha Telah melaknat orang  yang telah mencacinya?

Jawabannya: hal tersebut tidak membuatnya senang, bahkan yang terjadi sebaliknya, beliau Shalllallahu ‘alaihi Wasallam malah mendidik isterinya dan memerintahkannya untuk bersikap toleran dan ramah dan melarangnya untuk bersikap keras, Aisyah Radhiyallahu Anha Berkata: “ beberapa orang Yahudi mengucapkan salam kepada Nabi Shalllallahu ‘alaihi Wasallam dengan mengatakan (‏‏‏ ‏ السام عليك) yang berarti: kematian buat anda, kemudian Aisyah Radhiyallahu Anha Memahami perkataan mereka dan menjawabnya (  …  ‏ ‏‏‏عليكم السام) yang berarti: untuk anda kematian dan laknat, kemudian Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “ tenang, wahai Aisyah sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersikap ramah dalam segala hal…”(rasoulallah.net)
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah teman yang menyenangkan
Oleh: Dr. Faragh Hady
Bagaimana sikap anda, jika anda sangat menyintai sesuatu dengan kecintaan yang sangat mendalam, kemudian seseorang telah menghinakannya? Bagaimana sikap anda, jika anda seorang ahli ibadah, kemudian seseorang telah mengotori tempat ibadah anda dengan cara yang kasar atau kurang ajar?


Pasti anda akan marah, dan akan memberikan hukuman kepada orang yang melakukan hal tersebut dengan segera, akan tetapi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak melakukan hal tersebut, karena beliau orang yang penuh dengan pertimbangan, bahkan beliau sangat mengontrol perasaannya, beliau mengontrol akalnya sebelum melakukan tindakan.
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperbaiki setiap kejadian dengan sikap lapang dan pandangan yang luas kedepan, anda dapat memperhatikan kejadian berikut, yang bisa di jadikan dalil terhadap apa yang kami katakan.

Seorang dari pedalaman datang ketempat beliau, dia tidak mempunyai permasalahan di kota Madinah , yang yang telah di bangun oleh Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diantara para pengikutnya di ibu kota yang baru tersebut, namun orang pedalaman ini melakukan tindakan yang  mengherankan terhadap orang-orang madinah.

Anda akan melihat, seperti apa tindakan tersebut dan akhlaknya yang mengherankan?
Ya, di antara akhlak yang sangat mengherankan jika seseorang mendatangi tempat yang umum dan terhormat kemudian kencing di depan umum, inilah yang di lakukan orang arab pedalaman tersebut di tempat berkumpulnya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para pengikutnya, di mana orang arab pedalaman tersebut berdiri dan kencing di mesjid, sedang mesjid adalah tempat yang sangat suci di sisi mereka, hal ini adalah suatu pemandangan yang sangat menyakitkan, para sahabat tidak mampu menahan diri mereka dan meneriaki orang tersebut agar menghentikan tindakannya yang menjijikkan.

Akan tetapi, walaupun kejadian ini hanya sekilas, namun hal ini tidak menjadikan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertindak di luar dari kontrol akalnya. Pada waktu yang singkat tersebut Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membiarkan orang arab pedalaman tersebut yang mengencingi tempat ibadahnya dan tempatnya untuk mengatur urusan negaranya, akalnya menilai bahwa orang arab pedalaman itu tidak berpendidikan dan dia melakukan hal itu bukan karena niat permusuhan, maka beliau tidak meinilai tindakan tersebut adalah suatu sikap keterbelakangan dari peradaban kebersihan dan kesopanan yang telah di bangun oleh Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di ibu kotanya, beliau tidak menindaki perbuatan tersebut kecuali hanya memerintahkan para sahabatnya untuk diam dan membiarkan orang arab pedalaman itu, dan tidak menyakitinya, kemudian setelah selesai orang arab pedalaman tersebut dari hajatnya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendatanginya dengan sikap yang sangat ramah, dan mengajarkannya bahwa tempat ini tidak layak di perlakukan seperti yang telah di lakukannya.   

Orang arab pedalaman tersebut gembira, karena indahnya ajaran Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, pergaulannya  bagus dan indahnya akhlak beliau. Lalu orang pedalaman ini mengatakan: “ Ya Allah ! sayangilah saya dan Muhammad dan jangan kasihani seorangpun bersama dengan kami”.(rasoulallah.net)
sumber: www.wahdah.or.id
>>> Continue Reading Here

Mengenal ukhti di rohis

Masa itu...putih abu-abu 
Mengisahkan dunia polos
Ada kalian, mereka, dan aku

Pojok di kesunyian...
Ada tempat bernaung lelah dan tenang
Asing bagiku melihat riuhnya kenyamanan
Berdirinya selembar kain hijau membelah
Oh luasnya rahmat Allah duduk bermajelis disana

Cahya wajah-wajah saudari mengisi lingkaran kecil
Yah... Dibentuk dari duduknya seorang yang bergelar muslimah
Skala sedikit...
Dari sekian banyak muslimah yang seharusnya mengisi lingkaran itu.

Karena mereka yakin, itulah the best choice for muslimah


Aku pun tunduk sayu menahan pilu


Akan desiran stiap nasihat dan ajakan
Tuk kembali menguatkan cinta pada Allah
Yang slama ini jauh, maka mendekatlah
Yang slama ini lemah, maka kuatkanlah
Iman...

Disitulah kumengenal indahnya islam
Indahnya persaudaraan yang dibangun di bawah naungan Ilahi














Janji Allah...
Teman karib kelak di akhirat akan saling bermusuhan kecuali satu
Teman karib terbaik yang dipilihkan Allah untukku
Teman karib yang dibangun di atas taqwa
Tak mengenal senior-yunior
Tanpa rasa malu dan sombong
Pertemanan itulah yang kelak bertahan di akhirat

Kini cita-cita itu
Haru dan syukur merebak di hati
Estafet-estafet muslimah bergiliran mengisi shaff
Kuantitas tidak jauh seperti dahulu
Kualitas semoga lebih baik is the best hari ke hari

Akhirnya, perpisahan ruang tak membatasi ukhuwah kita
Bersama waktu mustajab do'a,,,
Kita bertemu dalam uraian pinta bersama linangan raja'
Duduk, berdiri, berbaring, terlebih sujud kita berjumpa
Kala hujan, antara adzan dan iqamah, saat sahur dan berbuka
Di hari jum'ah, bulan ramadhan, serta malam lailatul qadr
Selalu ada bait doa padanya yang bernama ukhty
Istiqamah, dan dalam limpahan rahmatNya...

kepadaNYalah kita mengharap, mengadu, dan bergantung
Karena semua ada dalam genggamanNya
Ialah Allah
Yang sampai detik ini, atas rahmat dan hidayahNya
Setitik iman di qalbu sangat manis melebihi kenikmatan dunia gemerlap
Yang semu nan fatamorgana.

Yah, semoga kita yang duduk dahulu disana
Dipertemukan kembali di akhirat

Duduk di atas dipan-dipan... Sungainya mengalir, minumnya susu dan madu
Buahannya bergantungan, bidadari manis cantik jelita, semua kembali muda
Dalam surgaNya... Yang abadi.
>>> Continue Reading Here

Kamis, 20 September 2012

Berbahagialah engkau disana ukhty


Mengenangmu ukhty...
merefleksikan pada diriku...
mungkin sebentar lagi aku kan menyusul

memaknai bahwa Ramadhan tahun ini ternyata memang terakhir bagi ukhty
namun keyakinanku menyaksikan engkau telah memberikan masa terbaikmu untuk agama ini
walau sungguh hidayah ada di tangan Allah
dan kini aku berharap kepada Allah atas kesempatan Ramadhan nanti


aku pula dapat memberikan yang terbaik untuk bekal perjalanan akhiratku...


ukhty yang kucintai karena Allah...
yang kukenal dalam barisan ini,
ukhuwah yang tak memandang tua-muda, kaya-miskin, dsb
yah, dalam ukhuwah karena Allah...
tersirat luka menorehkan di hati saudari-saudarimu
bahwa perjuangan dan pengorbananmu sungguh masih dinanti dan berarti
namun kini engkau yang tlah dahulu berlepas dari barisan kita
bukan gugur seperti daun-daun berserakan
tetapi gugur insya Allah sebagai mujahidah

ukhty...
engkau tlah mendahuluiku merasakan proses yang berkepanjangan
sakaratul maut adalah gerbang menuju terminal pertama dengan dicabutnya ruh oleh malikul maut

ukhty,,,
aku mengenang kisah Rasulullah shallallahu'alaih wasallam
begitu peluh di akhir hayat beliau akan hebatnya saat mengalami sakaratul maut

Apabila Rasulullah  shallallahu'alaih wasallam saja merasakan sakitnya sakaratul maut
padahal beliau merupakan hamba Allah yang paling mulia dan dicintai oleh Allah,

maka bagaimana lagi dengan orang-orang selain beliau?


Sungguh... pancaran wajahmu
menandakan rahmat Allah atasmu ukhty...
ana uhibbukifillah

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahmu
dan menempatkanmu di tempat yang terbaik di sisi-Nya
serta pahalamu terus mengalir sampai kepadamu hingga yaumil qiyamah...
hingga akhirnya Rahmat Allah atasmu dengan disingkaplah tabir
tuk memandang wajah yang selama ini engkau rindukan ialah Rabb kita Allah Yang Maha Suci
di dalam surga firdaus yang penuh kenikmatan...






>>> Continue Reading Here

Rabu, 05 September 2012

Teladan melatih Kekhusyukan


Urwah bin Zubair radhiyallahu'anhu pernah terkena tumor di telapak kakinya,
dan orang-orang pun mengatakan, "Kedua telapak kaki Anda harus diamputasi. Biar kami minumkan Anda arak agar Anda tidak merasa kesakitan."
Dengan tegas ia menolak, "Saya TIDAK AKAN menggunakan Ke-maksiatan dalam rangka Ke-taatan kepada Allah."
Mereka pun mengatakan, "Kalau begitu, kami akan memberikan obat penidur."
Beliau menjawab, "Aku tidak suka bagian tubuhku diambil ketika tidur."
Mereka pun berkata, "Kalau begitu kami akan membawa beberapa lelaki untuk memegangi Anda, agar Anda tidak bergerak nantinya."
Tetapi kemudian Urwah mengatakan, "Aku akan membantu diriku sendiri."
Orang-orang bertanya, "Bagaimanakah caranya?"

Bayangkanlah saudaraku, apa yang akan dikatakan oleh Urwah!
Beliau berkata, "Biarkan aku mengerjakan shalat, dan begitu kalian melihat aku telah tidak lagi bergerak dimana anggota  badanku telah tenang dan aku pun telah terdiam, maka tunggulah sampai aku bersujud.
Kemudian begitu aku telah bersujud, saat itu aku telah pergi dari dunia, silahkan kalian lakukan apa saja yang ingin kalian lakukan terhadapku."



Sang tabib pun datang dan menunggu beliau sujud.
Ketika beliau bersujud, sang tabib membawa kapak dan memotong telapak kaki Urwah.
Beliau pun berkeringat deras namun tidak sedikitpun berteriak.
Terdengar beliau mengucapkan,
"La ilaaha illallaah... aku rela Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai seorang nabi dan rasul...!"

Sampai kemudian beliau pingsan tanpa sempat berteriak sedikitpun.
Ketika tersadar, mereka membawa potongan kaki dan menunjukkannya kepada beliau.
Urwah pun memandangnya dan berkata,
"Aku bersumpah kepada Allah, bahwa aku tidak pernah membawamu kepada yang haram, dan Allah Maha Tahu berapa kali aku gunakan kamu untuk ber-Shalat di malam hari."

Salah satu kawan beliau pun berseru, "Selamat, Urwah! Semoga sebagian badanmu telah mendahului kamu ke surga."
Urwah menyahut, "Demi Allah, tidak ada ucapan belasungkawa yang lebih utama dari ucapan ini."

Tidakkah Anda menyaksikan dalamnya suasananya dramatik ini?!
Urwah tidak memiliki pilihan lain selain dipotong telapak kakinya... adegan yang begitu dramatis.

Namun, yang lebih dari itu adalah adegan kekhusyukan ketika SHALAT!

[Ibadah Sepenuh Hati, hal.40-41]

*Itu cerita Shalat Urwah radhiyallahu'anhu, apa cerita Shalat-mu? 

>>> Continue Reading Here

Syahid Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template